Fiqih Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun, Pembatal & Keutamaan Lengkap Dalil Qur'an Hadits

Al-Quran dan kurma Ramadhan
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia

Puasa Ramadhan adalah rukun Islam ke-4 yang wajib bagi setiap Muslim. Ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi madrasah taqwa untuk membentuk pribadi yang bertakwa.

1. Dalil Wajibnya Puasa Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
QS. Al-Baqarah: 183 - "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
QS. Al-Baqarah: 185 - "Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah."

2. Syarat Wajib dan Syarat Sah Puasa

Syarat Wajib Puasa:

  • Islam,
  • Baligh,
  • Berakal,
  • Mampu berpuasa,
  • Mukim (tidak safar),
  • Suci dari haid dan nifas.

Syarat Sah Puasa:

  • Islam,
  • Mumayyiz (bisa membedakan),
  • Suci dari haid/nifas,
  • Masuk waktu (bulan Ramadhan),
  • Niat di malam hari.
HR. Tirmidzi: "Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." - Inilah dalil wajibnya niat puasa Ramadhan di malam hari.
Keluarga buka puasa Ramadhan
Kebahagiaan buka puasa adalah salah satu dari dua kebahagiaan orang yang berpuasa

3. Rukun Puasa - 2 Rukun Saja

Rukun puasa sangat sederhana:

RukunPenjelasanDalil
1. NiatNiat dalam hati di malam hari sebelum subuh, boleh dilafadzkanHadits niat HR. Tirmidzi
2. ImsakMenahan diri dari makan, minum, jima' dari terbit fajar sampai terbenam matahariQS. Al-Baqarah: 187
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
QS. Al-Baqarah: 187 - "Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam."

4. Pembatal Puasa yang Wajib Diketahui

  1. Makan dan minum sengaja - Jika lupa maka tidak batal (HR. Bukhari)
  2. Jima' (berhubungan suami istri) di siang hari - Wajib qadha + kafarat berat
  3. Muntah dengan sengaja - HR. Tirmidzi
  4. Keluar haid dan nifas
  5. Gila atau murtad
  6. Merokok dan memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh dengan sengaja (menurut jumhur)
Shalat tarawih Ramadhan di masjid
Shalat Tarawih dan Qiyamul Lail adalah syiar utama malam-malam Ramadhan

5. Sunnah-Sunnah Puasa & Keutamaan Ramadhan

  • Menyegerakan berbuka & mengakhirkan sahur - HR. Bukhari
  • Berbuka dengan kurma / air - HR. Tirmidzi
  • Memperbanyak doa, sedekah, baca Qur'an
  • I'tikaf di 10 malam terakhir
HR. Bukhari Muslim: "Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

HR. Bukhari: "Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan 10 sampai 700 kali lipat, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."

FAQ Fiqih Puasa

Q: Apakah suntik membatalkan puasa?
A: Suntik yang bukan nutrisi (obat) tidak membatalkan menurut Majma' Fiqih Islami. Suntik vitamin/infus yang mengenyangkan membatalkan.

Q: Bagaimana dengan orang sakit dan musafir?
A: Boleh tidak puasa dan wajib qadha di hari lain. QS. Al-Baqarah: 184-185. Jika sakit menahun tidak bisa sembuh, bayar fidyah 1 mud per hari.

Q: Apakah mencicipi masakan membatalkan?
A: Tidak batal jika tidak tertelan dan hanya di ujung lidah, tetapi makruh. Lebih baik dihindari.

#Hashtag

#FiqihPuasa #PuasaRamadhan #RamadhanKareem #SyaratPuasa #RukunPuasa #PembatalPuasa #KeutamaanRamadhan #Islami #SyariatFiqih #PuasaWajib #KajianRamadhan #IbadahPuasa

Postingan Selanjutnya Postingan Sebelumnya
No Comment
Add Comment
comment url